• VISI HES
  • kunjungan hes ke BANI
  • kunjungan hes ke OJK
  • Selamat IDul Fitri 2020

Berita

Rabu, 09/10/2019 Jurusan Hukum Ekonomi Syariah pada Fakultas Syariah IAIN Pekalongan sukses menyelenggarakan Seminar Nasional dengan mengusung tema: “Implementasi Bisnis Digital Berbasis Syariah di Era Revolusi Industri 4.0”. Acara tersebut dihadiri oleh tamu undangan dari Pengadilan Agama dan Pengadilan Negeri se-eks Karesidenan Pekalongan, pelaku industri keuangan syariah (bank syariah) dan seluruh mahasiswa Jurusan Hukum Ekonomi Syariah sebanyak 312 mahasiswa. Seminar nasional ini dilaksanakan dalam rangka mengaktualisasikan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengembangan keilmuan kaitannya dengan isu fikih muamalah kontemporer sehingga dapat menambah pengetahuan (knowledge), pengalaman (experience) dan skill bagi mahasiswa Jurusan Hukum Ekonomi Syariah. Selain itu, seminar nasional ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang perlunya implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pengembangan keilmuan yang sifatnya praktis sekaligus memberikan gambaran tentang problematika kegiatan muamalah dengan tujuan agar mahasiswa lulusan dari Jurusan Hukum Ekonomi Syariah mampu memecahkan permasalahan tersebut melalui pendekatan hukum Islam  sambung Ketua Jurusan Hukum Ekonomi Syariah Dr. H. Mohammad Fateh, M.Ag.

Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah (HES) mengadakan kunjungan ke Badan Arbitrase Nasional Indonesia (BANI) Cabang Surabaya yang ada di jalan Ketintang Baru VIII No. 10 Gayungan Surabaya. Kegiatan yang dibalut Seminar dengan mengangkat tema " Peran Badan Arbitrase Nasional Indonesia Dalam Penyelesaian Sengketa Bisnis Di Luar Jalur Pengadilan" disambut langsung oleh Ketua BANI Surabaya Hartini Mochtar Kasran,S.H,FCBArb.

Sebagai Nara Sumber dalam kegiatan seminar dihadirkan Prof.Dr.Y.Sogar Simamora.SH,M.Hum, dan Basoeki.SH,FCBArb. Dalam seminar tersebut dijelaskan bahwa menjadi seorang arbiter tidak mudah. Hanya pemilik track record atau rekam jejak bagus yang bisa menekuni profesi tersebut. Arbiter merupakan profesi langka. Hanya ada 8 daerah yang memilikinya dan kantor pusatnya berada di Jakarta. Surabaya menjadi perwakilan daerah bersama Denpasar, Bandung, Medan, Pontianak, Palembang, dan Jambi. Para arbiter itu memang jarang terekspos. Sebab, kasus yang ditangani tidak boleh disebarkan alias tertutup. Sengketa diselesaikan melalui iktikad baik tanpa melalui pengadilan negeri (PN). Biasanya, para kontraktor dan pemerintah daerah memakai jasa para arbiter

Untuk memperkuat kerja sama, pada kesempatan ini juga ditandatangani Nota Kesepahaman Bersama (MoU) antara Fakultas Syariah IAIN Pekalongan dengan Badan Arbitrase Nasional Indonesia. Diantara tujuan yang ingin dicapai dari MoU antara BANI dengan Fakultas Syariah adalah: Membangun kebersamaan dalam upaya mewujudkan visi dan misi kedua lembaga; Mengembangkan pendidikan hukum bagi mahasiswa Fakultas Syariah; dan Mendorong lahirnya lulusan sarjana hukum yang kompeten.

Pihak BANI menyambut baik mahasiswa HES dan mereka juga siap dikunjungi lagi untuk belajar dan membekali mahasiswa mengenai informasi apapun terkait dengan bidang arbitrase yang dibutuhkan mahasiswa.

Ketua jurusan HES, Dr. Mohammad Fateh, M.Ag. yang ikut mendampingi mahasiswa bersama jajarannya, sangat antusias menyambut pernyataan dari BANI, “BANI cabang Surabaya banyak sekali memberi  ilmu dan informasi mengenai badan arbitrasi, saya sangat senang sekali atas sambutan BANI yang luar biasa”. Ia juga berharap alumni HES Fakultas Syariah IAIN Pekalongan bisa berkecimpung di sana, “Saya berharap, setelah mahasiswa mendapatkan cukup bekal tentang arbitrasi, nantinya alumni HES IAIN Pekalongan bisa berkecimpung di sana. Lulusan HES tidak semuanya harus jadi hakim Pengadilan Agama atau Pengadilan Negeri”, urai pria yang meraih doktor dari UIN Walisongo Semarang.

Mahasiswa Hukum Ekonomi Syariah (HES) IAIN Pekalongan mengadakan kunjungan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada Kamis 19 September 2019. Ikut mendampingi kunjungan tersebut adalah Ketua Jurusan HES, Dr. Mohammad Fateh, M.Ag. dan Sekretaris Jurusan, Tarmidzi, SHI.,MSI., beserta beberapa dosen dan staf HES Fakultas Syariah.

Kegiatan ini merupakan program tahunan bagi mahasiswa HES Fakultas Syariah IAIN Pekalongan sebagai bagian dari program Kuliah Kerja Lapangan (KKL). Ini merupakan kunjungan yang kedua bagi mahasiswa HES Fakultas Syariah IAIN Pekalongan, setelah sebelumnya diadakan kesepakatan kerja sama antara Fakultas Syariah dengan Otoritas Jasa Keuangann cabang Surabaya.

Berkunjung ke kantor OJK yang ada di Jalan Pahlawan Nomor 105 Kota Surabaya Jawa Timur, mahasiswa disuguhi Seminar dengan tema "Perlindungan Hukum Bagi Nasabah Dan Investor Pada Sektor Perbankan, Pasar Modal Dan IKNB Syariah Di Kantor OJK Surabaya". Di sini mahasiswa berkenalan lebih dekat dengan OJK mulai dari pengertian, latar belakang lahirnya, wewenang dan tugas dari OJK.

Lembaga Negara yang dibentuk berdasarkan Undang-undang No. 21 Tahun 2011 memiliki lima kantor cabang di Wilayah VI Jawa Timur. Dibentuknya OJK di Indonesia dilatarbelakangi oleh globalisasi dan perkembangan teknologi yang semakin kompleks terhadap produk dan jasa industri keuangan; konglomerasi bisnis yang menyangkut permasalahan sub-sektoral industri keuangan; serta amanat undang-undang.

Ruang lingkup pengawasan OJK diantaranya Perbankan, Pasar Modal, IKNB (Industri Keuangan Non-Bank), LKM (Lembaga Keuangan Mikro) dan Fintech (Financial Teknologi).

OJK dipimpin oleh Dewan Komisioner yang merupakan Pimpinan Tertinggi OJK yang bersifat kolektif dan kolegial beranggotakan 9 orang. Kesembilan orang tersebut terdiri dari 7 orang yang dipilih oleh DPR berdasarkan usulan presiden, 1 orang ex officio dari Bank Indonesia dan 1 orang ex officio dari Kemenkeu.

Tugas OJK dalam layanan edukasi dan perlindungan konsumen diantaranya ada tindakan preventif dan tindakan represif. Tindakan preventif yaitu pencegahan kerugian konsumen dan masyarakat, diantaranya informasi dan edukasi serta pelayanan pengaduan konsumen; sementara tindakan represif, diantaranya memfasilitasi penyelesaian pengaduan; tindakan penghentian kegiatan tertentu; dan mengajukan gugatan / pembelaan hukum.

Tujuan dari kunjungan ke OJK tentunya membekali mahasiswa Fakultas Syariah, khususnya HES belajar tentang pengawasan keuangan dan ekonomi syariah. Hal ini sebagaimana ditegaskan oleh Ketua Jurusan HES, Dr. Mohammad Fateh, M.Ag. “Dari kunjungan ini, diharapkan mahasiswa HES belajar banyak tentang sisi ekonomi syariah karena sesuai dengan kompetensi yang harus dimiliki oleh lulusan HES. Hal ini berarti kunjungan ini juga membekali mahasiswa untuk bisa ikut berkecimpung di OJK setelah lulus nantinya”, urai pria kelahiran Demak.

We use cookies to improve our website. Cookies used for the essential operation of this site have already been set. For more information visit our Cookie policy. I accept cookies from this site. Agree